Sore yang berbeda dari sore-sore yang pernah ku lalui. Satu persatu rintik hujan mulai menyapa aktivitasku, dingin memblokir absolutku. Langkah kaki seolah terpenggal dalam hitungan detik, suara petir menggeleger memecah sepi di tengah derasnya hujan. Wush... Angin kencang menyapu wajahku dengan begitu dahsyatnya. Seolaah ia ingin menyampaikan sesuatu. "Hey, kenapa diam dipinggir jalan?" Suara yang tak asing menghapus lakunanku. Aku menoleh memastikan siapa yang menepuk pundakku hingga semua angan gusar. Suasana tetap sepi, tak ada satu orangpun disekitarku hanya bunyi jangkrik yang bersahutan dengan bunyi kodok. Ternyata semua itu hanyalah sisa masalalu yang masih jatuh bersama hujan. Di jalan ini kumenemukan kisah yang hilang. Dimas, laki-laki 30 tahun yang dulu menjadi suamiku. Laki-laki yang membuatku sempurna menjadi wanita seutuhnya. Membuatku tahu tentang kodrat seorang wanita. Namun sejak kehadiran wanita baru bernama tina, semua kebahagiaan yang telah ter...
Komentar